CARA PENGGUNAAN PESTISIDA PERTANIAN

 

cara menggunakan pestisida

Bagaimana Pestisida Digunakan ?

PANDUFARM.ID- Pada usaha budidaya tanaman penggunaan pestisida pertanian masih menjadi solusi yang efektif, khususnya untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Selama belum ditemukan solusi lain yang lebih baik maka keberadaan dan penggunaan pestisida dibidang pertanian masih sangat diperlukan. 

Meskipun keberadaan dan penggunaan pestisida masih sangat diperlukan, namun perlu diketahui pula bahwa pestisida merupakan bahan beracun yang memiliki potensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati, menyebabkan resistensi, resurjensi, timbulnya hama baru, serta gangguan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga sebagai aplikator/pengguna pestisida wajib untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan pestisida yang benar.

Lantas, bagaimana cara penggunaan pestisida pertanian yang benar agar tujuan dari menggunakan pestisida bisa tercapai, efektif, aman, dan meminimalisir dampak negatif dari penggunaan pestisida tersebut ?  Oke, ini adalah sebuah pertanyaan yang sangat menarik untuk Pandu Farm bahas, sehingga dengan cara menggunakan pestisida nantinya tidak akan sia-sia dan bahkan justru merugikan.

Oke, sebelum kita masuk ke point pembahasan tentang cara menggunakan pestisida yang baik dan benar, ada baiknya kita ketahui dulu bagaimana penggunaan pestisida di negara Indonesia yang kita cintai ini.

Penggunaan Pestisida di Indonesia

Kita tahu bahwa pengertian pestisida khususnya di Indonesia mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973 yang menyebutkan bahwa Pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk :
  • Memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit-penyakit yang merusaktanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian;
  • Memberantas rerumputan;
  • Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan;
  • Mengatur dan merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman tidak termasuk pupuk:
  • Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-hewan piaraan dan ternak;
  • Memberantas atau mencegah hama-hama air;
  • Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan dalam alat-atat pengangkutan;
  • Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah atau air

Dari sini kita tahu, bahwa cakupan penggunaan pestisida sangat luas, mulai pertanian, peternakan, dalam rumah tangga bahkan sampai ke binatang-binatang yang menyebabkan penyakit pada manusia. Namun pada artikel ini Pandu Farm hanya akan membahas bagaimana cara menggunakan pestisida dalam bidang pertanian saja. 

Cara Menggunakan Pestisida Yang Benar

Ada 2 (dua) pertanyaan yang sangat mendasar, yang nantinya jawaban dari pertanyaan ini merupakan rangkaian langkah bagaimana sebaiknya menggunakan pestisida khususnya untuk mengendalikan sasaran OPT. Adapun pertanyaannya adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana hubungan antara pestisida dengan sasaran OPT nya ?
2. Bagaimana teknik pengaplikasian pestisida ? 
Baik, sekarang kita bahas satu per satu dari kedua pertanyaan di atas.

1. Hubungan antara pestisida dengan sasaran OPT

Pestisida bisa dikatakan efektif ketika terdapat kecocokan antara sasaran OPT yang dikendalikan dengan pestisida yang digunakan. Contoh, hama yang dikendalikan mati gejala serangannya pun berhenti. Jamur yang dikendalikan terhenti perkembangannya dan gulma tidak bisa tumbuh atau mati. 
Nah, agar terdapat kecocokan antara pestisida dengan sasaran OPT nya, maka kita harus memperhatikan prinsip penggunakan pestida dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Tepat Sasaran

Agar penggunakan pestisida bisa tepat sasaran, maka sebelum menggunakan pestisida terlebih dahulu kita harus melakukan pengamatan di lahan atau pada tanaman yang kita budidayakan. Pada tahap ini, kita dituntut untuk selalu melakukan kegiatan pengamatan, mengenali sasaran OPT beserta gejala yang ditimbulkannya pada tanaman. Pengetahuan dan pengalaman menganalisa gejala serangan OPT sangat diperlukan bagi petani. 


Ada kalanya kita hanya bisa melihat gejala yang ditimbulkan oleh OPT, namun tidak bisa melihat seperti apa OPT nya. Contoh, tanaman kita terserang penyakit blast daun. Kita baru menyadari bahwa ada penyakit Prycularia grizea/orizae pada tanaman setelah menampakkan gejalanya pada daun berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat. Begitu pula dengan hama, kita harus tahu seperti apa hama tersebut merusak tanaman kita. Apakah dengan memakan jaringan tanaman? apakah dengan menghisap cairan pada tanaman ? atau cara lainnya.
Jadi pada langkah ini, agar pestisida yang akan kita gunakan bisa tepat sasaran, maka kita harus tahu dahulu apa jenis sasaran OPT nya. Apakah dari jenis hama, Penyakit, atau gulma. Tiga jenis inilah OPT yang biasa mengganggu pertumbuhan, mengakibatkan penurunan produktivitas tanaman bahkan tak jarang menyebabkan gagal panen. Beda jenis OPT maka beda pula jenis pestisidanya. Sama Jenis OPT nya namun berbeda cara merusak tanamannya maka beda pula jenis pestisidanya.

b. Tepat Jenis Pestisida

Setelah kita mengetahui dari jenis apa sasaran OPT yang akan dikendalikan, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis pestisidanya. Pada langkah ini, kita harus tahu jenis-jenis pestisida yang beredar di toko-toko pertanian. Contoh, untuk mengendalikan hama serangga kita bisa menggunakan pestisida dari jenis insektisida dan untuk mengendalikan hama bertubuh lunak seperti siput, keong, bekicot kita menggunakan pestisida dari jenis moluskisida. Sedangkan untuk mengendalikan penyakit tanaman (Jamur/bakteri) maka kita pilih pestisida dari jenis fungisida/bakterisida. 


Pengetahuan tentang ketepatan dalam memilih jenis pestisida belum cukup sampai disini. Kita juga harus tahu tempat atau keberadaan OPT. Dimana dia makan, dimana dia tinggal dan dimana dia berkembang biak. Contoh, hama yang berada diluar jaringan tanaman tentu kita gunakan insektisida yang berkerja secara kontak. Namun bagaimana dengan hama ulat penggerek batang yang memakan jaringan tanaman dan tinggal didalam jaringan tanaman ? 
Apakah bisa menggunakan insektisida kontak ? 
Tentu akan sia-sia jika menggunakannya. Karena untuk mengendalikan hama penggerek batang kita harus menggunakan insektisida yang bekerja secara sistemik. 
Artinya, tepat jenis pestisida bukan hanya dari jenis pestisida yang harus disesuaikan dengan jenis OPT nya saja. Kita juga harus tahu bagaimana cara kerja (mode of action) bahan aktif pestisida, mutu, formulasi dan sebagainya. 

2. Teknik pengaplikasian pestisida

Setelah kita mengetahui jenis OPT dan jenis pestisida yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah kita harus tahu bagaimana teknik pengaplikasian pestisida yang benar. Ada beberapa langkah yang harus kita perhatikan agar pengaplikasian pestisida bisa berhasil sesuai dengan tujuan penggunaannya. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

a. Tepat Waktu Aplikasi

Waktu pengaplikasian pestisida harus tepat artinya harus dilakukan pada kondisi lingkungan yang ideal, yaitu ketika suhu kurang dari 30 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 50% - 80%. Kapan waktunya yaitu pagi hari dan sore hari. Jika pengaplikasian dilakukan pada pagi hari maka lakukan setelah matahari terbit dengan kondisi embun sudah mulai berkurang. Mulai pukul 07.00 WIB - 09.00 WIB. Untuk sore hari antara pukul 16.00 WIB-17.00 WIB. Selain harus dilakukan pada kondisi lingkungan yang ideal, kita juga harus memperhatikan cuaca. Jangan melakukan kegiatan penyemprotan jika cuaca akan turun hujan.

Waktu yang tepat mengaplikasikan pestisida bukan hanya dilihat dari kondisi lingkungannya saja, namun kita harus memperhatikan tingkat atau stadia dari OPT yang akan kita kendalikan. Waktu yang tepat untuk mengaplikasikan pestisida adalah ketika OPT berada pada stadium rentan. Contoh, larva ulat grayak akan efektif kita kendalikan dengan cara menggunakan pestisida ketika masih berada dalam stadium/instar 1-2. 

Waktu penggunaan pestisida juga harus memperhatikan ambang batas pengendalian. Dalam konsep pengendalian hama terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititikberatkan untuk mengendalikan hama sehingga berada di bawah ambang kendali.

b. Tepat Dosis atau tepat takaran

Suatu bahan aktif pestisida sebelum beredar ke pasaran tentu telah diuji mengenai efikasi dan efektifitasnya terhadap OPT yang menjadi sasarannya. Salah satu tujuan pengujian yang dilakukan adalah untuk mengetahui berapa dosis bahan aktif yang harus diaplikasikan pada satuan luas lahan, berapa konsentrasi bahan aktif yang harus dilarutkan dalam setiap 1 liter air dan berapa volume campuran bahan aktif dan air tersebut harus diaplikasikan. 

Oleh karenanya kita harus mengikuti aturan/petunjuk penggunaan yang telah dicantumkan pada label kemasan pestisida tersebut.

c. Tepat Cara atau Metode aplikasi

Ada banyak cara pengaplikasian pestisida saat ini. Ketika petunjuk pestisida menyuruh kita untuk mengaplikasikan dengan cara disemprotkan maka penyemprotanlah yang harus kita lakukan. Adapun beberapa metode pengaplikasian pestisida dibidang pertanian adalah sebagai berikut  :
1) penyemprotan (spraying);
2) pengabutan (mist blowing);
3) penaburan (broadcasting);
4) perlakuan benih (seed treatment);dan
5) pengocoran (drenching)

Namun pada umumnya sebagian besar pengaplikasian pestisida pertanian adalah dengan cara penyemprotan.

Demikian, langkah-langkah penggunaan pestisida pertanian yang benar. Pembahasan masalah pestisida masih sangat banyak yang perlu kita bahas kedepannya. Apa yang Pandu Farm bahas pada artikel ini adalah pondasi paling mendasar  yang perlu diketahui oleh para peteni/aplikator pestisida. Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika pembahasannya terlalu panjang. 

Tetap semangat, 
Salam ngopi 
Salam bertani. 

Referensi :

Panut Djojosumarto. 2020. Pengetahuan Dasar Pestisida Pertanian dan Penggunaannya

1 komentar untuk "CARA PENGGUNAAN PESTISIDA PERTANIAN"

  1. Berbagi itu indah
    Salam kopi pagi dari petani padi kaki gunung ciremay Majalengka

    BalasHapus